Rabu, 09 Juli 2008

Kampanye Media massa


memang sekarang kita memiliki kebebasan press. tetapi apakah prinsip media massa yang seharusnya netral dalam pemberitaan. tetapi yang ada adalah media yang mengiklankan seorang tokoh tertentu pada media sehubungan dengan akan diadakanya pemilihan umum yang akan ada apada tahun 2009. tetapi memamg media massa membutuhkan finansial yang tidak sedikit apabila didapatkan di iklan mereka terutama dari calon gubernur atau calon presiden yang dalam masa pemilihan atau akan masa pemilihan. di jawa timur dapat kita ketahui media massa seperti Jawa Pos atau Surya cenderung memihak siapa.

Bicara Jatim, Bicara Kesenjangan



KOMPAS/ RADITYA HELABUMI
Ratusan orang antre hingga ke jalan dan menunggu berjam-jam untuk mengambil bantuan langsung tunai (BLT) tahap ketiga di Kantor Pos Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.
Rabu, 9 Juli 2008 | 07:31 WIB

Dewi Indriastuti dan Kris Razianto Mada


Bicara soal Jawa Timur, yang muncul adalah kesenjangan. Saat deretan angka Indeks Pembangunan Manusia atau IPM (human development index/HDI) dipaparkan, kesenjangan itu jelas terlihat.

Indeks Pembangunan Manusia sebagai indikator modal manusia dalam mencapai kualitas hidup yang lebih baik tergambar melalui komponen pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Modal manusia di suatu daerah untuk bersaing dengan daerah lain ini tak hanya bersumber dari jumlah penduduk, melainkan juga dari keterampilan yang dimiliki penduduk dan kesehatan penduduknya.

Mengutip data pakar statistik Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Kresnayana Yahya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur pada tahun 2007 sebesar Rp 530 triliun. Dengan jumlah PDRB sedemikian besar, mestinya Jatim—melalui pemerintahnya— dapat membawa masyarakatnya ke tingkat yang lebih sejahtera.

Kenyataan bicara lain. Untuk IPM tahun 2005, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jatim menduduki peringkat terbawah dibandingkan dengan semua provinsi di Pulau Jawa. Peringkat IPM Jatim yakni 22 (dari 33 provinsi di Indonesia), berada di antara Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.

Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jatim, yang hendak dicitrakan glamor melalui pembangunan pusat perbelanjaan yang sangat pesat, memiliki IPM 74,6 pada tahun 2005. Surabaya berada di peringkat ke-34 pada data IPM semua daerah di Indonesia. Jauh di bawah Kota Palangkaraya yang angka IPM-nya di posisi ke-6 atau Kota Makassar di posisi ke-7.

Di dalam Provinsi Jatim sendiri, kesenjangan IPM antarkabupaten dan antarkota sangat jelas. Menggunakan acuan data BPS, nilai IPM pada tahun 2005 di Jatim cukup tinggi di wilayah perkotaan. IPM tertinggi di Kota Surabaya, kemudian menyusul Kota Madiun dan Kota Mojokerto.

IPM terendah tahun 2005 terdapat di Kabupaten Sampang. Menyusul kemudian, wilayah di sekitar tapal kuda, yakni Kabupaten Probolinggo, Situbondo, dan Bondowoso. Ironisnya, sejak pemerintahan Gubernur Imam Utomo memasuki periode lima tahun kedua, pada tahun 2003 hingga 2005, posisi IPM keempat kabupaten itu tak beranjak. Tetap pada posisi terendah di Jatim, tak dapat mengejar ketertinggalan. Tetap timpang.

Kontrasnya kondisi antardaerah di Jatim pernah disebutkan dalam buku Balanced Development, East Java in The New Order yang diedit Howard Dick, James J Fox, dan Jamie Mackie. Dituliskan, ”pada tahun 1990 kecepatan pertumbuhan dan dinamisme provinsi ini secara keseluruhan sangat menonjol, dan kemakmuran relatif di daerah-daerah yang lebih kaya, khususnya di delta Brantas. Meskipun demikian, beberapa daerah di Jatim masih menderita kemiskinan endemik, terutama di Pulau Madura yang sering diserang kekeringan dan daerah-daerah pegunungan kapur yang memanjang di utara dan selatan Jatim”.

Hingga kini, satu dekade kemudian, kesenjangan itu tetap nyata!

Kresnayana Yahya mencontohkan, ketimpangan juga terlihat pada angka upah minimum regional (UMR). Di kawasan utara Jatim, angka UMR berkisar Rp 800.000-an, sedangkan di kawasan selatan Jatim berkisar Rp 300.000-an. Rendahnya UMR di kawasan selatan Jatim tak hanya berarti segalanya di wilayah itu sangat murah. ”Tetapi, tak ada fasilitas apa-apa di wilayah selatan,” kata Kresnayana.

Menurut dia, satu-satunya langkah yang mungkin dilakukan untuk mendongkrak kemajuan di wilayah selatan adalah membangun jalur lintas selatan. Jalan yang menghubungkan daerah di sebelah selatan Jatim itu memang sempat dibangun, tetapi baru 30 persen. Selanjutnya tak jelas.

Pakar pendidikan Anita Lie berpendapat, sebenarnya kesenjangan pendidikan di Indonesia bukan spesifik masalah Jatim. Namun, menilik potensi Jatim yang sebenarnya mampu bangkit dan menuju sejahtera, mestinya kesenjangan pendidikan tak perlu terjadi. Menurut dia, akar masalah munculnya kesenjangan pendidikan di Jatim akibat kurangnya komitmen pemimpin daerah.

Solusinya, butuh komitmen dari pimpinan daerah untuk meningkatkan pendidikan di Jatim. Eratnya korelasi antara indeks pendidikan dan IPM mengharuskan pemimpin Jatim yang akan dipilih melalui pemilihan kepala daerah mendatang punya visi pendidikan.

”Sebagai provinsi, memang tidak bisa lepas dari kebijakan nasional. Tetapi, seharusnya bisa memiliki warna sendiri, mengembangkan keunggulan lokal Jatim,” ujar Anita yang juga pengajar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Widya Mandala, Surabaya, ini.

Kondisi kesejahteraan masyarakat Jatim makin parah, ditinjau dari jumlah penganggur dan jumlah penduduk miskin. Berdasarkan data yang dihimpun Litbang Kompas, jumlah penduduk miskin di Jatim mencapai 7 juta jiwa atau sekitar 18 persen dari jumlah penduduk Jatim. Jumlah penganggur mencapai 1,5 juta jiwa atau 8 persen dari jumlah angkatan kerja di Jatim.

Dari tinjauan politik, Airlangga Pribadi Kusman, pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Surabaya, berpendapat, selama ini aspek dasar hidup manusia, seperti pendidikan dan kesehatan, minim dikedepankan elite politik di Jatim. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang sebagian besar masih digelontorkan untuk kalangan birokrasi dan sebagian kecilnya untuk masyarakat menjadi bukti, kesejahteraan manusia di Jatim masih dipandang sebelah mata.

Airlangga menduga, kondisi kesenjangan yang tak kunjung terelakkan di Jatim akibat adanya transaksi dari elite politik. Eratnya korelasi antara peran pimpinan daerah dan kondisi daerah tersebut menguatkan dugaan itu. ”Misalnya, Kota Surabaya yang pendapatan daerahnya besar, ternyata upah minimum buruhnya sangat rendah. Upah minimum ini kan dibentuk dengan konsesi politik,” ujarnya.

Oleh karena itu, gubernur dan wakil gubernur Jatim mendatang haruslah yang dapat menyejahterakan semua penduduk Jatim. Tak hanya berkonsentrasi pada usaha menciptakan kesan glamor ibu kota provinsi, tetapi juga mengentaskan daerah dengan IPM terendah hingga setara dengan daerah lain. Tentu dibutuhkan komitmen pemimpin daerah untuk mengatasi masalah utama Jatim, yakni pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.

Apa yang kamu ketahui dan inginkan dari agama, apakah saat pertama kali lahir agama

Apa yang kamu ketahui dan inginkan dari agama, apakah saat pertama kali lahir agama

merupakan yang pertama kali kamu pilih atau agama yang kamu sekarang merupakan habitus kamu setelah hidup dalam keluarga yang mempunyai agama yang sama. Agama merupakan cara hidup kamu dan agama merupakan hak yang kamu miliki sejak lahir dan sebagian orang mengangap agama merupakan pelarian kita karena tidak mampu menyelesaikan suatu masalah. Sehingga lari kepada sesuatu yang tidak nyata. Sehingga sebagian orang memilih tidak beragama.
Apabila kamu telah beragama mungkin perlu kamu dalami agamamu apakah agamu yang kamu anut sekarang ini mampu memberikan apa yang diperlukan akomodasi dalam kehidupanmu. Yang ada adalah kamu jika terpaksa pada agama yang anut oleh orang tuamu maka jika terpaksa melaksanakanya. Dapat dilihat dari keseriusanmu melaksanakan segala perintah maupun larangan.
Islam, Krisen, Budha, Hindu, dan kepercayaan lainya memiliki segala aspek yang menjadikan habitus kita dalam memperoleh yang dinamakan pengampunan. Memang dalam hidup kita tidak lepas dari segala kesalahan yang kadang membuat kita terpojokan. Yang menjadi beban hidup kita bila tidak kita lepaskan, maka dalam hal tertentu agama menjadi sesuatu yang menghilangkan yang kita angap adalah dosa dengan melaksanakan ibadah baik kepada sesama manusia atau ibadah untuk tuhan.
Konteks yang kian memasuki pemikiran kita adalah kehidupan setelah kematian, apa yang ditakutkan oleh sebagian besar manusia yang hidup di dunia ini adalaha kematian. Apakah yang menjadi dasar bahwa mati akan membuat kita menderita apakah selama hidup kita ini selalu saja bahagia. Yang saya tahu bahwa tidak ada sesuatu yang dapat membahagiakan manusia secara mutlak. Itu yang melandasi manusia dengan pemikiran bahwa setelah kita mati akan ada kehidupan yang lain. Apabila pemikiran ini dihidupkan maka kita akan tidak terbebani apa yang kita terima setelah kita mati. Apakah kehidupan setelah mati itu memang benar-benar ada atau hanya kaisan belaka.
Jaminan apabila kita hidup berbuat baik maka kita akan menerima ibalan yang baik pula dan hal ini berkebalikan apabila kita berbuat yang jahat atau jelek maka kita akan menerima yang sebaliknya atau tidak.
Kembali lagi kepada pokok masalah apakah yang kita harapakan dari agama apakah dengan hal itu kita mencari kearifan dan ketenangan hidup ataukah agama meruakan alat pembenar segala tindakan kita. Segala tndakan yang berdasarkan agama memang seringkali sebenarnya bertentangan dengan prinsip kenyataan hidup. Bahwa segala ibadah dan doa kita tujukan kepada siapa.

Pemikiran Timur : Flsafat atau Kepercayaan ?

Pemikiran Timur : Flsafat atau Kepercayaan ?

Pemikiran timur sering dianggap sebagai pemikiran yang tidak rasional, tidak sistematis, dan tidak kritis. Ini yang menyebabkan pemikiran timur diangap bukan filsafat. Sifat-sifat penegtahuan secara konfensional dipandang nharus ada dalam filsafat. Seringkali dipandang tidak ada dalam filsafat timur, oleh karena itu filsafat timur dipandang sebagai agama. Padahal agama dan filsafat saling bertolak belakang, agama emnagjarkan kepatuhan sedangkan filsafat mengandalkan kemampuan berfikir secara kritis yang sering ditampilakan dalam kemapuan kita untuk meragukan, mempertayakan, membongkar sampai keakar untuk kemudian dikontruksikan menjadi pemikiran yang baru yang lebih masuk akal.
Meskipun ada juga pemikiran yang mengangap bahwa agama dan filsafat adalah dua hal yang sejalan. Santo Aquinas sebagai filsuf yang juga agamawan kristiani, yang berpendapat bahwa agama dan filsafat adalah dua hal yang sejalan. Iqbal menegaskan bahwa agama islam dan filsafat semestinya beririgan untuk mencapai kebenaran. Tetapi pada praktiknya sangat sulit untuk melakukan hal tersebut secara mutlak. Selalu saja ada yang mesti dikorbankan untuk yang menjadi utama pemikiran kita adalah yang satunya merupakan tambahan saja.
Di abad pertengahan misalnya, filsafat adalah hambah bagi iman. Filsafat dimanfaatkan untuk membantu memperjelaskan permaslahan teologi. Semboyan fait over reason ( iman melampaui nalar) merupakan contoh bagi ketidak sejajaran agama dan filsafat dalam kehidupan kongkret. Dalam pemikiran Islam pertentangan agama dengan filsafat berlangsung hingga penghujung abad ke-21. Dalam pemikiran eropa, agama dan filsafat lebih sering dibedahkan. Filsafat sering dipertentangkan dengan ilmu pengetahuan. Filsafat punya kemampuan untuk menyerang ilmu dan teologi tetapi juga mampu diserang oleh teologi dan ilmu.
Tetapi juga pemikiran timur dijadikan pisau bedah bagi banyak permasalahan filosofis, bahkan mereka mengembangkanya dengan sistematika pemikiran yang filosofis. Pemikiran yang filosofis bukan mutlak milik barat tetapi milik semua orang. Orang pasti perna memikirkan apakah yang selama ini dilakukanya dan apakah agama yang diimaninya merupakan hal yang benar atau salah. Apakah hanyalah perasaan takut akan kehidupan setelah mati. Bahkan seorang ateis pun sebenarnya seorang berpikir filosofis karena ia berpikir apakah tuhan itu benar-benar ada atau tidak.
Pemikiran etis dari Confucius, banyak membahas bagaimana hidup yang baik bagi manusia dan bagaimana manusia memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya. Pemikiran yang semacam itu memang sama dengan Aristoteles membahas tentang kebahagiaan dan bagaimana memperoleh kebahagian tersebut. Bagi Aristoteles bahwa kebahagiaan harus merupakan tujuan pada dirinya sendiri yang dapat tercapai apabila ia menjalani hidup dengan keutamaan dan praktiknya. Adalah hidup dimana manusia bisa mengatur perbuatanya dengan rasio yang selalu mengambil kendali atau dorongan instruktif yang menyesatkan.
Conficius mengajukan berbagai keutamaan manusia dalam hidupnya agar mencapai kebahagian. Jika kita memandang ajaran Confucius sebagai suatu kepercayaann yang sama dengan agama, karena pengikutnya juga demikian maka hal yang sama dapat kita lakukan pada ajaran Plato, Aritoteles. Mengingat tidak sedikit orang yang menganggap ajaran atau pemikiran mereka sama atau melebihi agama .
Ada satu pendapat yang menarik dari filsuf eksistensialisme Karl jasper. Ia menyimpulkan bahwa dalam sejarah peradapan manusia ada empat orang yang menciptakan dan mendemotrasikan cara hidup yang kemudian dijalankan oleh pengikutnya yang sangat banyak antara lain, Buddha, Confucius, Socrates, dan Jesus. Masing-masing memiliki keunikan dan memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Ungkapan Jasper menunujukan satu pengakuan bahwa pemikiran timur juga merupakan bagian dari kasanah filsafat.
Sanderso Beck mengungkapkan bahwa Confecius sejajar dengan Socrates. Ia juga menunjukan bahwa bagaimana sejarah timur tanpa pemikiran Confecius sebagaimana pemikiran barat tanpa Socrates, Aristoteles, dan Plato. Memang kalau kita beranggapan kalau filsafat adalah pemikiran yang harus memenuhi kriteria yang dipakai oleh kebanyakan sistem filsafat barat. Berbeda dengan filsafat barat, pemikiran timur tidak menampilkan sistematika yang biasa dipakai dalam filsafat barat. Seperti bagian bidang kajian filsafat menjadi metafisika, epistemologi dan axilogi. Selain itu pemikiran timur sering diterima begitu oleh penganutanya tanpa kajian kristis terlebih dahulu. Sehinga banyak pemikiran filsafat yang mengklaim pemikiran timur sebagi agama. Beberapa kajian terhadap pemikiran timur juga menunjukan kurangnya telaah kritis terhadap pemikiran timur yang dilakukan oleh mereka yang mendalaminya. Mereka lebih sering menafsirkan, berusaha memahinya. Mereka lebih sering mengamalkanya. Dari sini terkesan pemikiran timur hanya seperangkat tuntutan praktis untuk menjalani hidup, atau sebagai serangkaian aturan bagi manusia untuk mencapai kebahagian. Itu semua bukanlah patokan yang menentukan apakah pemikiran timur dapat digolongkan sebagai filsafat atau tidak.
Di barat sendiri pengertian filsafat sudah semakin bergeser. Kalau kita bicara tentang sistematika, filsafat yang ditampilkan oleh Robert Rorty, Quinne, dan Derida sudah tidak berbicara soal pembagian bidang kaijan filsafat lagi. Rorty bahkan menyatakan epismologi ( bidang filsafat yang mengkaji seluruh pengetahuan yang mungkin diperoleh manusia mulai dari asal usulnya, bagaimana cara mendapatkanya, sampai pengujian benar-salahnya dan sampai penegtahuan itu mati ).
Sampai di sini terlihat bahwa alasan pemikiran timur buhkanlah filsafat karena tidak memiliki sistematika yang harus dimiliki filsafat tidak relevan lagi. Pemikiran timur bisa jadi merupakan suatu bentuk filsafat meski tanpa sistematika seperti yang ditampilkan oleh pemikiran barat.
Hal ini juga merupakan pengaruh bahwa dominasi barat atas kriteria tentang filsafat dicoba pada filsafat atau pemikiran timur, memang secara etimologi filsafat memang berasal dari barat. Namun filsafat bukanlah monopoli barat saja. Karena timur juga mempunyai pemikiran yang tak kalah dalam, dan bahkan lebih mendalam, lebih analistis, dan lebih kritis.
Fu Yu lan menunjukan bahwa pnegrtian filsafat tidak hanya penegrtian yang digunakan oleh barat. Mengingat penegertian asal kata philosophy adalah philos dan sophis yang mempunyai arti cinta dan kebenaran. Dengan penegrtian cinta kepada kebenaran. Maka pemikiran timur dapat dikategorikan sebagai filsafat. Pemikiran timur juga merupakan proses berpikir manusia untuk memperoleh kebenaran yang didasari rasa cinta mereka terhadap kebenaran. Singaktnya adalah sebuah pemikiran yang berusaha untuk mendapatkan kebenaran dan didasari oleh rasa cinta pada kebenaran dapat disebut filsafat.
Hal yang dikuatkan oleh Socrates yang dikutip oleh Plato dalam Phaedrus :
Orang-orang yang gagasan dan pemikiranya didasari oleh pengetahuan tentang kebenaran dan dapat mempertahankanya dengan argumentasi yang kuat patut disebut Filsuf. Mereka adalah pecinta kebijaksanaan atau wisdom. Ada dua kondisi yang niscaya harus ada dalam penegrtian kebijaksanaan dan keduanya tak bis berdiri sendiri.
1.Pengetahuan tentang kebaikan tertinggi.
2.Tindakan untuk mencapai kebaikan tertinggi.
Mengetahui apa yang benar dan apa yang tidak saja bukanlah kebijaksanaan. Begitu pula dengan melakukan sesuatu yang benar tetapi tidak mengetahui apakah hal tersebut benar. Untuk dapat menilai seseorang bijaksana kedua hal tersebut harus tampil dalam diri oran tersebut. Dua kondisi yan terkandung dalam kebijsanaan yang mungkin hilang atau samar dalam pemikiran dan pemahaman pengikut pemikir timur, mereka hanya mengamalkan saja segala hasil pemikiran yang mereka anut tanpa mencari kebijaksana. Pemikiran timur pada penganutnya tidak bersifat terbuka tetapi sudah menjadi suatu dogmatis.
Kriteria sitematis bukan berarti filsafat timur harus memiliki bagian-bagian seperti filsafat barat yang secara umum mencakup metefisika, epistemologi, dan axiologi. Pemenuhan kriteria secara sistematis bagi timur bisa berbeda antara sistem satu pemikiran dengan pemikiran yang lain. Pemikiran Cina misalnya, sistematikanya bisa berdasarkan pada kontruksi konologis. Dari mulai awal penciptaan alam hingga meningalnya manusia yang dijaln secara runut. Yang penting adalah alur yang runut dalam setiap sistem pemikiran. Ada masalah yang jelas, ada proses pengelolahan informasi sebagai upaya penyelesaian masalah, dan solusi bagi masalah itu.
Sifat radikal dalam artian mendalam sampai akar-akar pada filafat timur sudah tampak pada para pemikir timur. Pemikiran Shidarta Gautama adalah pemikiran yang diangap radikal pada masanya. Ia mencari hakikat hdup sampai-sedalam dalamnya. Ia bahkan mencabut akar kehidupanya yang lama untuk berganti akar kehidupan yan baru. Dimulai ketika ia melihat kematian orang miskin berbeda dalam kehidupan istananya yang mewah. Sehingga ia meningalkan gelar pangeran demi mencapai kebenaran kehidupan. Yang ia temukan dalam Budhisme.
Penegrtian kriteria yang menjadi dasar kategorisasi terhadap pemikiran timur. Pemikiran itu memungkinkan berbagai pemikiran yang diluar pemikiran filsafat barat. Dengan hal diatas Hinduisme, budhisme, Daoisme, Chan dan pemikiran Islam dapat disebut sebagai filsafat.

Dasar-Dasar Filsafat Cina

Dasar-Dasar Filsafat Cina

Cina memiliki tradisi filsafat yang tua dan indepeden. Lingkungan budaya cina berlainan dengan Eropa, India, dan Arap, menghasilkan perbedaan gagasan, keyakinan, dan cara pikir kebudayaan lain. Perbedaan-perbedaan itu sekaligus memunculkan perbedaan dalam sifat dan konsep filsafat cina.
Pada awalnya filsafat cina merupakan ajran-ajaran yang diyakini sebagai penuntun hidup individu dan masyarakat. Peran ajaran-ajaran itu dapat disertakan dengan agama. Ajaran-ajaran Confucius, misalnya pada awalnya merupakan petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus berperilaku. Ajaran-ajaran ini diterima sebagai agama, ajaran-ajaran Confucius, misalnya pada awalnya merupakan petunjuk-petunjuk tentang bagimana manusia berperilaku. Ajaran-ajaran ini diterima sebagai suatu kepercayaan, suatu dogma yang diterima kebenaranya. Namun memasuki masa sekarang ajaran itu mulai dipertanyakan, dianalisis, dikembangkan, dan diterapkan pada berbagai bidang kehidupan masyarakat modern dinamika pembahasan ajaran-ajaran itu menjadi semacam lahan pemikiran yang subur. Menjelmalah ajaran-ajaran itu menjadi filsafat, meskipun masih banyak ahli filsafat yang keberatan untuk mengolongkan ajaran-ajaran cina menjadi filsafat.
Menurut Olsen 1984 , salah satu konsep dalam filsafat cina yang amat penting dan menonjol Dao yang menjadi dasar; Konfucianisme, Daoisme, dan Chan.
Keterangan tentang terbentuknya alam semesta menurut alam semesta dalam pemikiran Cina terdapat dalam kitap Yi Jing. Kitap ini menunjukan dan menjadi rujukan utama untuk memahami konsep kosmologi. Di dalamnya juga terdapat penjelasan tentang Dao dan kaitanya dengan hukum alam.
Menurut salah satu penafsiran terhadap kitap Yi Jing pada awalnya kehampaan saat belum ada dunia, belum ada apa-apa. Untuk sekian waktu yang ada hanyalah kehampaan serta kekosongan. Ada juga yang menyebutkan masa ini sebagai dunia pikiran. Kehamparan lalu disusul oleh kekacauan. Tiba-tiba menjadi tidak teraturan. Kehampaan berganti dengan kekacauan dengan tingkatan tinggi. Setelah terjadi kekacauan munculah gas yang disusul oleh energi, serta materi Qi. Gas dan materi ini tidak memiliki bentuk yang jelas bergerak secara bebas saling bertabrakan dan menimbulkan keteraturan hukum alam atau azas alam(Li). Hukum ini mengatur materi yang tersebar di alam namun belumlah sempurna dan hanya berupa benda langit secara umum saja. Perubahan (Yi) terjadi untuk menyempurnakan alam pembentukanya benda-benda alam.
Fungsi dari alam semesta mencapai kesempurnaan setelah mencapai atau munculnya Tai ji yang merupakan perpaduan unsur ying dan yang. Perpaduan unsur ini yang menjadikan alam menajdi seimbang dan harmonis. Tai Ji ada dimana saja dalam alam ini. Yin mengandung sifat-sifat ; diam, beku, padat, gelap, betina, dingin, menyerap, lembut. Dan sifat Yan merupakan gerak,cair, terang, jantan, panas, menentang, keras, dan gerak.
Tai Ji memunculkan 5 unsur alam pembentuk dunia dan isinya. Kelima unsur alam itu adalah api, air, tanah, logam, dan kayu. Perbedaan kosentrasi dan serajat lima unsur itu menyebabkan adanya perbedaan pada benda-benda.Derajat dan kosentrasi lima unsur pada manusia berbeda dengan pada hewan atau benda lainya.
Dengan adanya Tai ji yang mengandung Yin-Yang alam semesta dapat mengatur dirinya, pada dasarnya alam semesta dapat mengatur dirinya secara harmoni. Cara kerja alam selalu mengutamakan keharmonian. Jika ada kekacauan, maka penyebabnya adalah manusia karena alam semesta mengandung kebaikan dan harmonisasi.
Konsep Ying dan Yang juga berpengaruh dalam memberi arti pada Dao. Dalam pengertian ini. Dao diartikan sebagai satu yang berarti keseimbangan sempurna karena mengandung Ying-Yang dengan kesempurnaanya.
Proses pengahasilan isi alam dari Dao tetap dirujuk namun maknanya mengalami perluasan sesuatu yang sesuai dengan penafsiran masing-masing filsuf. Secara harfiah Dao dapat berarti jalan namun makna yang dikandungnya lebih dari sekedar pengertian jalan makna dapat digali dari cara penuliusanya yang tertua aksara Dao tertulis.
Kepala
Jalan
Kaki manusia
Dari simbol aksara Dao dapat ditarik pengertian bahwa Dao menunjukan seorang pemimpin dan pengikutnya bersama-sama menempuh sebuah jalan. Cara perangkaian rabut pada kepala mengisayratkan kepala pemimpin.
Jalan Dao adalah hakikatnya berarti metode dari terjadi atau terciptanya sesuatu. Dao merunjuk pada cara melakukan sesuatu bagi manusia agar tercipta dan tercapai kebajikan. Dalam hubunganya dengan aturan tingkah laku manusia ada tiga :
1.Sebagai tatacara alam atau semesta mengekspresikan harmoni(he)
2.Sebagai tatacara kehidupan insani yang sesuai dengan susunan alam ; maksudnya adalah tatacara manusia dengan kodartnya.
3.Sebagai tatacara yang diukuti manusia karena keputusanya sendiri atau karena kodart subyektif. Maksudnya adalah bahwa walaupun barakar pada diri manusia itu sendiri, Dao harus dicari dan dikejar. Hanya orang tertentu saja yang dapat mencapainya.
Dari pengertian diatas padadasarnya Dao adalah realitas dalam kehidupan yang digyunakan pada aliran filsafat cina.

Confuciaisme Merujuk ke Alam Meyelaraskan Manusia

Confuciaisme Merujuk ke Alam Meyelaraskan Manusia

Konfuciaisme dikembangkan pertama kali oleh Confucius ini adalah sebutan yang dilatinkan. Dalam lafal cina dikenalkan sebagai K’ung Tzu atau Empu k’ung nama keluarganya adalah K’ung nama pribadinya adalah Ch’iu. Ia lahir pada tahun 551 SM, dinegara Lu. Negara ini terletak dibagian selatan dan sekarang dikenal dengan profinsi Shantung di cina bagian Timur. Pada masa confucius hidup, negara sedang mengalami kekacuan. Terjadi berbagai penyimpangan yang dilakukan pemerintah, disintregarsi negara, pemberontakan, dan terjadi begitu banyak kejahatan. Karena banyaknya orang yang hidup tanpa aturan yang jelas. Kondisi sosial Cina pada masa itu menampilkan ketidakteraturan, degradasi moral, dan anarki intelektual. Menangapi kondisi jamanya pemikiran confucius terfokus kepada bagaimana memecahkan masalah-masalah sosial yang dihadapi negaranya. Perbaikan dan reformasi kondidi masayarakat menjadi pokok utama ajaran.
Semasa hidupnya, Confucius senang mengembara dan mencari penegtahuan dari beberapa pengalaman. Ia perna menjadi pejabat negara, namun juga menjadi orang buangan karena berbeda pandangan dengan penguasa ia meningal pada tahun 479 SM.
Seperti mumnya pemikiran timur. Pada awalnya materi-materi yang kini dikaji sebagai filsafat Confucius merupakan ajaran-ajaran yang diyakinkan sebagai penutan hidup individu dan masyarakat. Peran ajaran-ajaran yang diyakini sebagai panutan hidup individu dan masyarakat. Peran ajaran-ajaran Confucius pada awalnya digunakan sebagai bagaimana masyarakat berperilaku. Ajaran ini diterima sebagai suatu kepercayaan. Suatu dogma yang diterima sebagai suatu kebenaran.
Pandangan Dasar Confucius
Sistem pemikiran konfucius mengunakan istilah Dao dalam kerangka moralitas, perangkat aturan, atau azas perilaku dalam arti sosial politik. Dalam acuan ini Dao mempunyai pengertian cara hidup atau tatacara kehidupan insani. Yang ditekankan pada tatacara manusia harus sesuai dengan tatacara alam. Confucius menenkankan bahwa seseorang manusia
Dengan manusia yang lain harus mengikuti tatcara kehidupan yang telah dibangun oleh para orang bijak kuno yang sesuai dengan tatacara alam(dao). Kodart manusia menurut confucius adalah pemberian langit. Hal itu berarti bahwa banyak hal tertentu manusia tidak mampu memili karena semua itu di luar kehendak manusia.
Hukum kodrat manusia tidak dapat terpisa dari alam semesta.Hukum kodrat dan peraturan moral yang diterapakan pada manusia sama dengan proses hukum yang lain. Dalam pandanganya menusia merupakan fungsi dari alam. Manusia harus merujuk pada alam dalam menjalani kehidupanya. Alam adalah hak baik dan dapat mengatur dirinya. Alam telah menyediakan aturan-aturan bagi perilaku manusia rela dalam

Filsafat Buddha : Pencerahan yang Membebaskan

Filsafat Buddha : Pencerahan yang Membebaskan

Filsafat buddha berkembang dari ajaran budhisme yang dikenal dengan agama buddha. Tokoh awal budhisme merupakan pencetus pertama ajaran Sidharta Gautama, seorang pangeran dari istana keluarga kerajaan di Nepal. Ialah yang pertama kali disebut dengan buddha ( yang sudah mendapatkan pencerahan). Kisah hidup Shidarta dimulai ketika ayah sidarta Raja Suddodhana yang mendapat wansit ketika sidarta lahir yang dijabarkan oleh alih agamanya bahwa kelak sidarta setelah dewasa hidupnya akan menjadi orarng besar pada dua al yaitu ; ia akan jadi raja besar atau ahli keagamaan yang termasur. Karena ia tidak mengiginkan anaknya menjadi ahli agama maka raja melindung sidarta dari segala penderitaan duniawi. Tetap takdirnya berkata lain, sidarta mengetahu bahwa manusia hidup akan menaglami penderitaan.
Jalan Menuju Keselematan
Untuk mengetahui jalan menuju keselamatan terlebih dahulu perlu diketahui konsep tentang kebenaran menurut agama buddha. Kebenaran mulia yang menjadi ajaran buddha adala empat kebenaran mulia sebagai berikut:
1.Kebenaran mulia tentang penderitaan;
2.kebenaran mulia tentang sebab penderitaan;
3.kebenaran mulia tentang menleyapkan penderitaan:
4.kebenaran mulia tentang jalan menuju pelenyapan penderitaan.
Bagi buddha, kelahiran adalah penderitaan, umur tua adalah penderitaan, sakit adalah penderitaan, dipisahkan dari yang dikasihi adalah penderitaan, dan tidak mencapai apa yang diinginkan adalah penderitaan. Dalam arti lain dukha lebih cocok dipadankan dengan pengertian’dislokasi’ yang berarti perselisihan yang menyakitkan.
Penyebab dari penderitaan adalah keinginan. Memang tidak semua keinginan. Ada keinginan yang baik seperti keinginan untuk mencapai nirwana. Dan keinginan untuk mencapai kesejahteraan besama. Keinginan untuk mencapai penderitaan disebut tanha. Istilah ini terunjuk pada pengertian keinginan demi pemenuhan diri sendiri. Terikat pada diri sendiri dan terpiah dari yang lain. Bila suatu hal itu akan menghancurkan yanglain da menimbulakan dislokasi.
Apa yang harus dilakukan agar dapat menghilangkan keinginanya. Ada delapan langkah untuk menghilangkan keinginan.
1.Penglihatan yang benar.
2.Keinginan yang benar.
3.Perkataan yang benar.
4.Perbuatan yang benar.
5.Hidup yang benar.
6.Usaha yang benar.
7.Pikiran yang benar.
8.Semedi yang benar.
Tetapi kedelapan hal tersebut dapat dibagi menjadi tiga pokok yaitu: kebijaksanaan, kelurusan, dan semedi. Sumber tertulis yang diangap sebagai sumber ajaran metafisika Budhisme adalah Dhammapada. Didalamnya terkandung pandangan dasar dan rumusan utama yang didasari ajaran buddha yang disampaikan selama hidupnya. Dalam teks ini pula terdapat dasar penjelasan tentang tiga ciri pokok benda menurut budhisme.
1.Segala sesutu bersifat fana
2.Segala sesuatu mengandung penderitaan
3.segala sesuatu adalah tanpa ego
kita hidup kemudia mati akanm menagalami reinkarnasi, reinkarnasi adalah penderitaan karena kita mengalami kehidupan yang berbeda-beda yang dengan bentuk yang berbeda dan sifat yang berbeda. Dan diperparah oleh hilangnya ingatan kita. Kesadaran akan kesamaan manusia dengan segala isi alamnya dan kebersatuan dengan alam semesta alam dan realita yang satu merupakan pembebasan kita. Dengan kita akan mecapai nirwana sehingga bebas dari lingkaran reinkarnasi.
Pengertian tentang pemebebasan manusia tersebut, manusia diajurkan untuk berbuat baik bagi sesama maklhuk, baik maklhuk mati maupun makluhk hidup. Pemeliharaan alam merupakan kewajiban manusia. Manusia tidak boleh menyakiti makhluk lain apalagi mebunuhnya. Hal yang terpenting adalah pemeliharaan harmoni.

Filsafat Hindu: Menyatu dengan alam, meraih kebajikan abadi

Filsafat Hindu: Menyatu dengan alam, meraih kebajikan abadi
India merupakan wilayah yang melahirkan pemikiran-pemikiran yang mendunia dan bahkan dijaman Modern juga melahirkan Mahatma Gandhi yang memiliki pemikiran yang digunakan di India. Diantaranya adalah pemikiran hindu dalam agama hindu. Kata hindu sendiri yang berkaitan dengan hindustan yang berarti tanah india. Filsafat hindu menyelediki alam, mencari intisarinya, diselami hakikatnya, dicari sebab-sebab yang sedalam-dalamnya. Akan tetapi tidak berhenti di situ saja, masih mempunyai tujuan yang lain yaitu kebebasan.
Filsafat hindu tidak lepas dari agama hindu atau hinduisme. Yang awal mulanya berkembang utara anak India pada saat tahun 2000 Sm. Pada masa itu ada perpaduan antara kebudayaan bangasa Aria dengan kebudayaan asli yang mengunakan bahasa dravida. Atau tradisi lisan dalam Veda atau dalam bahasa Indonesia adalah Weda. Menurut Veda, korban dipersembahkan bagi banyak dewa yang disebutkan dalam veda tetapi yang utama hanya beberapa saja. Dewa-dewa itu antara lain Dewa Indra, Dewa Perang, Dewa Vishnu, Dewa Agni, Surya, dan Rudra.
Dalam agama bukan hanya persembahan kepada dewa-dewa saja yang penting tetapi rita juga penting, rita menujukan kepada hukum dan peraturan yang mengatur hubungan antara suami-istri, anak-orangtua, pembesar dan bawahan, dan sebagainya. Rita bukanlah dewa, ia meliputi segala-galanya baik dewa maupun isi dunia lainya. Rita tak berkehendak dan tak berbudi yang merupakan aturan dan hukum yang tidak boleh diabaikan atau dilanggar.
Rita adalah tuhan sebagai harmoni abadi, suara primordial, getaran, atau frekuensi kehidupan suptil tuhan di balik wilayah kesadaran biasa, tetapi dapat dicapai melalui kotemplasi.
Kesadaran akan rita ini bagi orang hindu merupakan pangkalan pemikiran yang amat dalam. Kesadaran ini memuculkan pertayaan” kalau sesunguhnya rita itu meliputi dewa, dunia, dan isinya, maka apakah bedanya manusia degan dewa” jawapanya dalam filosofi hindu sebenarnya antara dewa dengan manusia sama saja yang membedakan mereka adalah dunianya saja yang lebih makmur.
Sifat mereka melebihi manusia, tidak menjadi tua, tidak mati, namun mungkin sedih hati, bingung, cemburu, sombong, tidak baik hati, baik hati dan sebagainya.pemikiran hindu menunjukan manusia sebagi pemerhati utama dalam pemikiran filosofinya.
Perkembangan Pengertian tentang yang maha kuasa
Para filsuf hindu dalam perenunganya tentang manusia, alam, dan dewa-dewi menemukan hal yang tidak memuaskan dalam penjelasan alam vedisme. Misalnya dalam upacara korban; manusia yang berkorban kepada dewa bisa memaksakan keinginanya supaya terkabul kepada dewa-dewi. Pertanyaanya siapakah yang berkuasa manusia ataukah dewa. Disini terkesan manusia yang lebih berkuasa. Namun manusia juga tidak dapat berbuat apa-apa tanpa upacara korban, jadi korbanlah yang lebih tinggi atau lebih berkuasa.
Menurut filsuf hindu manusia adalah bagian dari alam yang tak terpisahkan. Manusia dan juga makhulk lainya berpartipasi dalam karakter alam sebab segala sesutu memanifeskan dan mengkomunikasikan realitas yang maha kuasa. Karena itu pemahaman tetang manusia tak dapat dilepaskan dari pemahaman tetang yang maha kuasa. Dalam manusia terdapat kekuasaan alam.
Pengamatan terhadap manusia dan hubunganya dengan yang maha kuasa. Mereka melihat kekuatan-kekuatan yang ada pada manusia tidak bertindak satu persatu. Melainkan ada pendukungnya. Walaupun pada manusia ada kekuatan untuk berjalan, melihat, mendengar, bercakap-cakap, dan seterusnya. Mata tidak melhat sendiri telinga tidak mendengar sendiri, namun diperkejakan oleh manuisanya. Jadi ada suatu pusat yang mengatur semua itu.
Mereka melihat pada nafas. Karena jika kaki hilang nafas tetap hidup tetapi apabila nafas hilang dapatkah manusia hidup. Namun nafas terlalu jasmani. Lalu ada istilah Atman dalam istilah hindu Atman merupakan pendukung segala tindakan dan kekuatan manusia. Tetapi menjadi satu dalam persamaan Atman adalah Brahman dan Brahman adalah Atnan.
Manusia dan alam bukanlah dua hal tetapi merupakan kesatuan. Tapi jika itu manusia itu bersatu dengan alam dengan pusat adalah Brahman yang maha kuasa, maka kesatuan itu kok tidak dirasakan manusia ? karena kedaran itu terbungkus oleh empat lapisan, semakin dalam lapisan itu akan semakin halus. Lapisan pertama adalah badan, lapisan yang kedua adalah nafas, lapisan yang ketiga adalah budi, dan lapisan yang keempat adalah qnosis yang merupakan penegtahuan yang sudah tersinergi dalam diri manusia. Pengetahuan tersebut yang ada tanpa perantara indra dan jalan pikiran. penegrtian qnosis dapat juga berarti dengan wahyu dari yang Mahakuasa.
Karena manusia tidak dapat menembus lapisa tersebut maka manusia tidak dapat merasakan braman. Braman merupakan realitas satu-satunya. Dewa dan dewi merupakan perwujudan partikular dari sifat-sifat maha kuasa. Lewat perenungan tentang bentuk dan sifat alam semesta secara intensif, mereka pada akhirnya akan menemukan bahwa sang maha kuasa adalah satu dan manusia merupakan kesatuan dengan Mahakuasa.
Pemahaman hindu, manusia tidak dapat melakukan pelanggaran terhadap aturan braman( yang Mahakuasa) tetapi terjadi kekeliruan indra karena manusia secara umum tidak mampu menembus empat lapisan yang menutupinya. Pengertian dosa atau kejahatandalam braman adalah keterkurungan dalam maya. Kekeliruan juga yang menyebabkan kita melihat ada keberagaman. Rasa kesadaran bahwa orang itu berbeda dengan orang lain. Baik manusia atau bukan disebut ahangkara. Dan ahangkara dikenal dengan hawa nafsu, tingkah laku yang mengikuti ahangkara disebut karma.
Karma yang menhalangi kesatuan dengan brahman. Pencapaian sifat yang Mahakuasa(moksa) dapat dicapai bila seluruh karma hilang.
.