Sabtu, 06 September 2008

PKB dua KALI KONFLIK

puasa yah puasa tapi kepentingan politik tetap berjalan. seharusnya ulama memberikan contoh yang baik dibulan puasa ini tetapi lain kasusnya dengan Gus Dur malah memancing pendukungnya agar mengepung KPU seluruh Indonesia, sebenarnya Muhaimin adalah kader yang dibentuk dan dikembangkan oleh beliau sendiri. tetapi politik memang tidak perna bisa dimengerti. sehari bisa menjadi teman besoknya menjadi musuh. tetap itu yang harus dihadapi, seringkali politik yang diinginkan oleh pemimpin ini meletakan segala keputusan padamya. dan itu seringkali berseberangan dengan kepentingan orang yang mengantikanya.
Kepengurusan yang sah berdasarkan konstruksi hukum diatas adalah kepengurusan yang dapat mengajukan calegnya kepada KPUD, baik untuk DPRD Propinsi, maupun DPRD Kabupaten/Kota. Berdasarkan pasal 52 UU No 10 Tahun 2008 Tentang Pemilu dinyatakan bahwa daftar calon legislatif ditetapkan oleh pengurus parpol sesuai tingkatannya. Caleg DPR RI oleh pengurus parpol di tingkat pusat, caleg DPRD Propinsi oleh pengurus di tingkat Propinsi dan caleg DPRD Kabupaten/Kota oleh pengurus di tingkat kabupaten/kota yang bersangkutan.

Selanjutnya dalam pasal 56 UU No.10 Tahun 2008 tersebut dipertegas bahwa daftar caleg tersebut harus ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal/Umum atau sebutan lain untuk setiap tingkatan. Dalam konteks PKB, khususnya di DPP yang berhak mengajukan caleg DPR RI adalah kepengurusan Muhaimin yang harus disertai tandatanganya beserta Lukman sebagai Sekjennya. Konon disinilah konflik itu semakin memanas, sebab berdasarkan AD/ART PKB, Ketua Dewan Syuro-lah yang memegang kuasa tertinggi, sementara UU hanya mensyaratkan adanya tandatangan ketua umum dan sekretaris minus Dewan Syuro.Persoalan yang masih mengganjal di hati kiai NU hingga sekarang adalah turunnya Gus Dur secara "kurang terhormat" dalam kasus Buloggate I. Padahal, Gus Dur belum ada dua tahun memegang kekuasaan, tiba-tiba dilengserkan oleh lawan-lawan politiknya. Sejak itu, PKB terus dilanda kemelut dan terpecah menjadi dua kubu, yakni kubu Alwi Shihab didukung Gus Dur dan kubu Mathori Abdul Djalil, yang karena hadir dalam SI MPR, akhirnya dipecat dari jabatan sebagai Ketua Umum PKB, meski oleh Megawati dipercaya menjadi Menhankam RI.
semoga saja Gus Dur masih engat dengan almarhum Matori yang merupakan ketua umum pkb sebagai pelaksana kegiatan pemimpin atau yang lebih tepat sebagi tangan kanan Gus Dur. bila melihat masa lalu saya masih ingat kasus percobaan pembunuhan matori abdul jalil yang gagal. tetapi bukanya menuduh Gus Dur yang dijawa timur diangap sebagai kiai yang linuwih dan sangat dihormati. tetapi perpecahan yang terjadi di PKB karena gusdur secara politik intern PKB adalah pemimpin tertinggi tetapi secara huku merupakan tokoh penasihat saja.
bila kita melihat kasus ini dapat kita ketahui banyak partai besar yang seolah dipecah oleh pemerintah sehubungan dengan pemilu tahun 2009 yang segera akan dilaksankan. kepentinan pribadi pemimpin selalu saja memmbuat lembaga yang dibawainya dirugikan. saya harap rahkmat ramadhan membawa kesucian hati bagi pemimpin kita.

Perintah Gus Dur Belum Jadi Ancaman Keamanan


Sabtu, 6 September 2008 | 21:30 WIB

JAKARTA, SABTU - Mabes Polri tidak langsung memberikan reaksi terhadap tindakan mantan presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang memerintahkan kadernya mengepung kantor KPU di seluruh Indonesia. Meski demikian Mabes Polri tetap mempersiapkan berbagai langkah antisipasi bila perintah Gus Dur itu kemudian benar-benar menjadi ancaman keamanan.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Abubakar Nataprawira mengungkapkan kekurangyakinannya atas perintah Gus Dur kepada para kader partainya itu akan benar-benar terjadi. "Ya nanti kita lihat dulu, benar atau tidak. Bisa aja kan dia cuman ngomong doang," kata Abubakar, Sabtu (6/9), menanggapi maklumat Gus Dur kepada para kader partainya.

Selain itu, perintah Gus Dur kepada para kader partainya itu bukan untuk melakukan tindakan anarkis. Hanya untuk mengepung. Kalau KPU benar-benar di kepung dan merasa terganggu keamanannya, diminta segera melapor ke polisi. Polisi berjanji akan memberikan pengamanan.

"Kita tentu sudah siap-siap mengamankan. Tugas Polri kan memang untuk mengamankan seluruh proses tahapan pemilu. Bahkan kita sudah siap melakukan berbagai langkah antisipasi. Tapi hanya standar. Tidak perlu reaktif," ujar Abubakar.

Bila nanti terbukti ada yang bertindak anarkis dan melakukan perusakan fasilitas umum, apalagi sampai mengancam mengganggu kelancaran proses tahapan pemilu, polisi akan menindak tegas. Namun bila memang hanya melakukan pengepungan tanpa mengganggu aktivitas KPU, polisi cukup menjaganya saja, seperti hanya saat mengamankan demo.

"Tidak perlu ada pembubaran paksa. Itu kan bagian dari demokrasi. Ada yang tidak puas, kemudian melakukan protes, itu biasa dalam demokrasi. Asal tidak anarkis masih bisa ditoleransi," tegasnya.

Perintah Gus Dur kepada para kadernya untuk mengepung kantor KPU di seluruh Indonesia karena kecewa dengan putusan KPU yang telah mengalihkan alamat kantor DPP PKB dari Kalibata ke alamat DPP PKB yang di tempati oleh Muhaimin Iskandar.

Sebelumnya, DPP PKB bermarkas di Kalibata. Namun setelah terjadi perpecahan, kubu Gus Dur tetap mempetahankan kantor yang ada di Kalibata. Sementara kubu Muhaimin Iskandar, yang diakui secara resmi oleh pemerintah memilih memindahkan kantor DPP PKB ke tempat lain. (Sugiyarto)

ideologi yang perlu kita bagun


Negara berkembang dan bertahan dengan mengunakan kekuasaan atas Rakyat yang hidup didalamanya, apabila US Amerika bertahan atas ideologi Mimpi Amerika yang membawa paham dan pemikiran tentang kondisi ideal suatu negara yang ambisi ini membawa dapak bukan hanya pada pemikiran rakyat tersebut tetapi membuat negara disekitarnya harus mendukung usaha terwujudnya mimpi tersebut. Apabila kita melihat Myanmar kita ketahui bahwa negara tersebut mengunakan pendekatan aparatus negara yang represif yang berfungsi melalui kekerasan, yang ditunjukan dengan berkuasanya rezim militer. Tetapi bila kita melihat RRC( Replublik Rakyat Cina ) kedua hal tersebut dijadikan satu. Yaitu aparatus negara yag represif berfungsi’melalui kekerasan’ seentara aparatus negara ideologis berfungsi melalui ’ideologi’.
Apabila kita memikirnya kembali kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan bila melihat perjalanan dan perkembangan Cina, melalui ideologi komunis negara tersebut berkembang. Memang pada awal untuk mengembalikan kekuasaan. Komunis dan Nasionalis berkerja sama untuk mengusir Jepang dari Cina, tapi perkembangan selanjutnya yang dapat kita ketahui sekarang Komunislah yang berkuasa di Cina sedangkan para pengikut paham Nasionalisme didorong sempai Taiwan yang sekarang menjadi negara merdeka dan selalu saja dantara dua negara tersebut gampang sekali terjadi konfrotasi akibat Cina mengangap Taiwan sebagai bagian negara yang hilang selama awal berdirinya Replublik seperti hanya Hongkong yang diserahkan kepada Inggris.
Hal ini juga terjadi pada negara kita melihat awal negara kita berdiri sampai perkembangan saat ini, tapi apakah paham Pancasila yang selama ini terus diangap suci. Setiap warga Indonesia memahami dan melaksanaknya jika kita melihat keadaan negeri yang kacau-balau karena korupsi. Dan UUD 45 yang selama orde baru diangap sakral tidak boleh diubah sama sekali padahal pembuatanya pada setelah Proklamasi sangat mempet.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima para pengurus Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong atau Kosgoro yang dipimpin Bambang W Soeharto di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (29/8).
Kosgoro menyampaikan kepada Presiden agar menjadikan ideologi Pancasila sebagai ideologi yang bisa diterapkan dalam kehidupan berbangsa.
”Saat ini, untuk ideologi Pancasila, penerapannya terlihat masih banyak keragu-raguan di antara bangsa kita sendiri. Padahal, Pancasila telah berhasil mengkritisi komunisme, sosialisme, dan kapitalisme,” ujar Bambang dalam jumpa pers seusai pertemuan.
Bambang mengemukakan, keragu-raguan kepada ideologi Pancasila muncul karena globalisasi dengan beragam nilai yang ditawarkannya. Padahal, sebagai ideologi, Pancasila bernilai luhur dan nilai-nilai yang ditawarkannya universal.
”Saat ini penting bagi generasi muda untuk mengetahui ideologi Pancasila sebenar-benarnya tidak untuk kepentingan kekuasaan seperti pada masa lalu,” ujarnya*01.
Apabila kita melihat paparan yang dikatakan Presiden S. B. Y kita ketahui bahwa negara kita tidak memiliki landasan yang kuat agar negara ini dapat berkembang dan bertahan. Kita memang tidak boleh kembali pada masa pemerintahan orde lama yang kacau balau karena demi kepentingan ideologi negara kita tidak stabil karena perebutan Ideologi yang digunakan dinegeri kita. Perebutan antara Komunis, Nasionalis, dan Agama yang kita ketahui Komunis dikorbankan. Tetapi kita juga tidak boleh kembali pada masa orde baru yang melalui kekerasan untuk menjalankan negara kita. Tetapi apakah lebih baik dari sekarang yang seperti tidak memiliki aparatus negara yang tepat.

Karena ketakutan akan masa lalu yang kelam, kita harus melakukan pembaharuan pada diri kita dengan tekat kita akan berbuat sesuatu yang berguna bagi orang lain tetapi juga hal tersebut tidak merugikan masyaakat secara umum. Dan ideologi adalah mimpi yang dibawa penguasa untuk menidurkan rakyatnya dalam mimpi tersebut agar semuanya dapat berjalan sesuai dengan rencana mereka, dalam membagun negeri ini.
Mimpi-mimpi dalam ideoloi memamng kayalan belaka tetapi kukuatan orang yang terbawa mimpi tersebut dalam kehidupanya sehingga ingin memujudkan mimpi tersebut. Ideologi dipahami sebagai ilusi murni, impian belaka, sebuah ketiadaan. Semua realitasnya bersifat eksternal. Dengan demikian ideologi diangap sebagai intruksi imajiner yang statusnya tepat seperti status mimpi dikalanganya. Dan filsafat juga bisa dimasukan sebagai ideologi.
Dalam German Ideology, ideologi tidak memiliki sejarah karena sejahrahnya berada diluar dirinya. Tempat satu-stunya sejarah yang ada, yakni sejara individu yang konkret. Oleh karenaya di dalam German Ideology;
1.ideologi sama sekali bukan apa-apa, sepanjang merupakan impian belaka(dihasilkan oleh kuasa yang dimiliki pengetahuan untuk memproduksinya. Jika bukan dengan jalan alienasi dalam pembagian tenaga kerja, sekalipun ini merupakan determinasi.
2.Frase ideologi tidak memiliki sejarah, sama sekali tidak menyiratkan arti bahwa tidak ada sejarah di dalamnya( sebaliknya, karena ia hanyalah reflkesi yang terbaik, kosong, dan tal berarti dri sejarah nyata. Jadi ideologi tidak memiliki sejarah tersendiri.
Seorang individu yang percaya pada tuhan. Kepercayaan ini membuat dirinya menjadi subyek yang memiliki kesadaran yang didalamnya berisi ide dan kepercayaan secara mutlak dalam pelaksanaanya. Individu atau kelompok yang terpengaruh ide tersebut berperilaku dengan cara tertentu dan mengadopsi sikap praktis tertentu. Seperti ia melakukan ibadah karena dasar ide yang terdapat di kepercayaan tersebut.
Melalui ideologi tersebut kita bangun negara ini, tetapi apakah ideologi yang cocok digunakan agar mental bangsa kita bisa berubah, apakah kita harus membawa negara kita menjadi negara yang mengunakan ideologi Pancasila secara sepenuhnya. Karena dalam pancasila yaitu Sila pertama Ketuhanan yang Mahaesa. Mengunakan asas ketuhanan. Tetapi perbedaan yang memaksa kita pluralisasi apa yang ada dinegeri kita. Ataukah kita akan membawa negeri kita menjadi negara yang tidak memiliki ideologi. Karena negara juga bisa bertahan dan berkembang tanpa ideologi dengan sarat bahwa pelaksanaan pemerintahan yang baik dan berpihak kepada rakyat. Semoga saja dengan berjalanya waktu kita akan menemukan ideologi yang menjadi watak bangsa kita bukan seperti sekarang ini. Menjadi suatu bangsa yang dengan mudah menerima setiap pemikiran yang datang dari luar karena keberasilan pemikiran tersebut dinegara asalnya tanpa memikirkan budaya bangsa yang sudah lama hidup.
Dengan ideologi yang tepat kita akan menjadi bangsa yang tidak mudah untuk diperintah bangsa asing untuk melakukan suatu hal, yang selalu saja dampaknya merugikan kita.
demokrasi pancasila yang selama ini kita gunakan apa yang kita dapatkan?